hikmah

Perjalanan Solo Ajda

Ini bukan cerita perjalanan wisata ke kota Solo. Tapi sebuah perjalanan seorang diri buah hati kami tercinta “Mazayavi Ajda” 2 kali berturut-turut dalam selang hanya 1 hari!

Perjalanan berjalan kaki seorang diri putri kami Ajda yang bulan ini baru berusia 3 tahun 9 bulan menempuh jarak 0,5 dan 1,5 km. Perjalanan yang terjadi atas kehendak dan lindungan Allah SWT. Peristiwa yang banyak memberi hikmah bagi kami sekeluarga.

Ajda, Tiara, Aisha and Me

Ajda, Tiara, Aisha and Me.

Sabtu, 14-Februari-2009. 17.30 WIB, Sumur Batu – Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hari itu adalah saat kami berkunjung ke rumah Mbah dan Abah-nya Ajda di  Sumur Batu, Kemayoran. Tak jauh dari ITC Cempaka Mas.

Sekitar pukul setengah enam sore Ajda masih berada di rumah mbahnya, Jalan Intan I – Sumur Batu. Dia menanyakan mbah putrinya dimana ibu. “Ibu lagi ke rumah Abah, Ajda”, jawab mbah Putri. Tak lama setelah itu, Ajda berhasil “kabur” lolos dari penjagaan. Orang serumah mencari Ajda ke seluruh bagian rumah, jalan depan rumah, tapi tetap tak ditemukan. Baru saja saya ingin menelpon Ibunya di rumah ortunya (Abah), HP keburu berdering, ditelpon duluan. “Ayah, Ajda disini…!!”.

Alhamdulillah. Rasa tak karuan, lemas… lega… tak habis pikir, Ajda dapat menempuh perjalanan sejauh 1/2 kilometer seorang diri. Ini perjalanan solo Ajda pertama kali… kami tak menyangka masih akan ada “seri ke-2”-nya!

Inilah rute perjalanan solo Ajda pertama: Rumah Mbah (Jl. Intan I) – Jl. Intan Raya – menembus Masjid Hidayatullah, Sumur Batu – Jl. Sumba – Rumah Abah (Jl. Sumba IV).

Rute Perjalanan Solo Ajda Pertama

Rute Perjalanan Solo Ajda Pertama

Senin, 16-Februari-2009. 15.30 WIB, Tanah Baru – Beji, Depok.

Dimulai sekitar jam 14.30 ibunda Ajda ingin menjemput putra pertama kami Maulana di SDIT Al Muhajirin, Jl. Nusantara Raya – Depok. Ibu sudah menitipkan ke mba yang biasa bantu-bantu di rumah. Pesan juga sudah jelas: “Jaga Ajda, tak usah ngerjain apa-apa”. Waktu itu Ajda masih tidur ketika ibunda berangkat menuju sekolah Maulana.

Sambil menunggu Ajda tidur, mba mulai “melanggar” pesan, cuci-cuci dan bersih-bersih di belakang. Tak lama akhirnya Ajda bangun, tapi sudah mendapat kawan, yaitu Apri putra mba dan Ais tetangga yang juga seumuran. Mereka bertiga asik menonton TV. Mba berpikir “aman laah”.

Zlleeeeb…!! Ajda “pamitan” sama Apri: “Apri, aku mau nyusul Ibu!”. Dimulailah perjalanan solo Ajda kedua.

Di perjalanan pulang ibunda menjemput Maulana, sempat Maulana mengajak ibunya melewati rute menembus jalan Pepaya depan sekolah dan muncul di Jl. Tanah Baru Raya. Tapi ibunya tetap kekeh untuk lewat rute Jl. Nusantara Raya, lalu meluncur ke arah Kukusan. Inilah petunjuk Allah yang menuntun istri saya untuk berada “di jalan” yang benar.

Ajda terus berjalan, hingga menyebrang simpang Tugu masuk ke jalan Bungur (ke arah timur) dan berjalan terus hingga simpang/perempatan Kukusan. Saat menyebrang seorang diri, sempat tetangga yang berprofesi tukang ojek melihatnya. Namun malah hanya bergumam “Itu anak siapa sendirian di jalan nyebrang. Gila kali ibunya ninggalin main sendirian!”. Tak kepikiran kalau itu Ajda putri kami.

Perjalanan di jalan Bungur adalah bagai perjalanan menyusuri lembah. Jalan semakin menurun, dan menanjak kembali ketika mendekati simpang Kukusan. Ajda mengambil sisi kanan jalan, berlawanan arah dengan kendaraan dari arah Depok menuju Jakarta. Cara yang tepat bagi pejalan kaki agar tak kesruduk kendaraan dari belakang. Sesampai di simpang Kukusan dan hendak belok ke arah Jl. H. Asmawi – Beji, istri tetangga yang sedang naik motor dalam perjalanan pulang dari arah Jl. H. Asmawi menuju Jl. Bungur hanya berteriak-menyapa “Hai Ajda!”. Tak kepikiran macam2, karena beliau sedang sedikit kalut – anaknya masih sakit panas di rumah.

Dari simpang Kukusan, Ajda menyusuri Jl. H. Asmawi ke arah selatan. Ajda melewati RSIA Grha Permata Ibu (GPI). Dari arah berlawanan ibunda dan Maulana akhirnya berpapasan dengan Ajda. “Nak, itu koq kaya’ Ajda?”. Motor diberhentikan, ibu menanyakan “Ini Ajda?”, “Iya, ini Ajda. Abis ibu lama!” Ssseeerr… lemaslah ibunda. Bagai pertemuan Adam dan Hawa di Jabal Rahmah – Arafah.

Tetangga se-RT sudah ramai. Mba juga sudah kebingungan jalan mencari Ajda kesana kemari. Dan akhirnya, munculah ibunda dengan motor berboncengan dengan 2 buah hati kami. Semua tetangga kaget tak karuan. Alhamdulillah.

Rute perjalanan solo Ajda kedua: Rumah (Jl. Karya Bakti, Gg. Bacang) – Jl. Guru Daiyah – Jl. Raya Tanah Baru – Perempatan Tugu – Jl. Bungur Raya – Simpang Kukusan – Jl. H. Asmawi – (+ 150m dari) RSIA Grha Permata Ibu. Total jarak: 1,5 km.

Rute Perjalanan Solo Ajda Kedua

Rute Perjalanan Solo Ajda Kedua

Hikmah

Beberapa hikmah yang kami dapatkan:

  1. Allah Maha Pelindung,
  2. Allah Maha Pemberi Petunjuk,
  3. Menjaga dan melindungi buah hati titipan Ilahi semaksimal mungkin,
  4. Kekuatan seorang anak untuk menemui ibunya,
  5. Menjadikan kami keluarga yang selalu PANDAI BERSYUKUR.

Ajda memang “berani” dan “tinggi percaya dirinya” hingga dapat melakukan perjalanan seperti itu. Namun karena dia hanya seorang anak perempuan yang belum genap 4 tahun, tentu bahaya adalah resiko terbesarnya.

Entah, analisa psikologi seperti apa untuk buah hati kami ini. Tipe anak seperti apa, dst. Mungkin akan menjadi anggota Wanadri dilatih langsung oleh om Sofyan.

Ya Allah, lindungilah kami sekeluarga dari segala bencana dan marabahaya,
Ya Allah, jadikanlah kami orangtua yang dapat mendidik dan membesarkan buah hati kami penuh dengan kasih sayang dan ilmu-Mu,
Ya Allah, jadikanlah buah hati kami menjadi hamba-Mu yang selalu menegakkan shalat, dan bermanfaat bagi segenap ummat,
Ya Allah, jadikanlah kami keluarga yang selalu pandai bersyukur, baik di kala sempit maupun lapang.

Amiin ya rabbal alamin.

Standard

3 thoughts on “Perjalanan Solo Ajda

  1. saya juga baru tau malamnya dari pak yoga setelah ajda ketemu
    ternyata ALLAH masih menjaga Amanah yang diberikan untuk om Bayu
    insyaALLAH akan selalu terjaga untuk umat-NYA
    titip salam untuk keluarga

  2. tety(bundanya azzam) says:

    duh…ajda y sholihah tante y dr jauh nih….binun campur sedih senang…dengar cerita ajda dr mbah…gmn kalo qt bikin film yuk:)
    alhamdulillah kedepannya hrs extra nih pakde… krn ajda anak y EXTRA
    jg salam u klrg… Maulana jg adik baik2 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s